October 25, 2009

Saya saya dan saya

Saya sedang merasa lemah.

2 posting saya terakhir merupakan nalar pikir saya yang sedang kemana-mana tanpa arah.
Bukan. Bukan tanpa arah. Saya tahu arahnya, namun saya ignore.
Kenapa? Karena hanya membuat saya semakin lemah.

Kalau sedang seperti ini biasanya saya nonton DVD. Tapi mata saya pusing.
Trus kenapa nulis di komputer ga pusing? Kata siapa.
Ini saya juga lagi pusing tapi masalah saya jauh lebih musingin.
Plus. Nulis itu memang SANGAT membantu ya.
Mengeluarkan isi otak yang ruwet dan abu-abu.
Lemah itu culun. Yup i knew it.
Tapi bukan manusia namanya klo ga pernah merasa lemah.
Singa aja pernah merasa lemah.


Jadi yang baik adalah terus bilang diri saya ini kuat.
Yup, saya kuat.
Saya kuat.
Saya kuat.


God. Ga ampuh.
Ok.
Saya harus apa?

Just One day

One day saya akan sakit hati
One day saya akan merasakan kesepian
One day saya akan memilih jalan yang salah
One day saya akan menyesal
One day saya akan jatuh
One day saya akan sedih
One day saya akan pasrah atas masalah
It will be happen.....

Tapi...

One day saya akan belajar dari pengalaman
One day saya akan tahu apa yang harus saya lakukan
One day saya akan bisa memilih keputusan tanpa emosi
One day saya akan dewasa
One day saya akan bahagia
One day saya akan sukses
One day saya akan kaya
One day saya akan bangga dengan kehidupan saya
It should be happen.....




Just one day.
Amin.

Saya dan Si Namun



Saya kurang dewasa. Namun saya mendengarkan.
Saya tidak ada kata cukup. Namun saya ada toleransi.
Saya manja. Namun saja jarang menunjukkan.
Saya Egois. Namun saya sudah pendam.
Saya berusaha. Namun tetap kurang.
Saya menyayangi. Namun tidak terlihat.
Saya mencoba. Namun terus gagal.
Saya mencintai. Namun seperti diacuhkan

Masalah dan dewasa muda.
Apa lagi?

I LOVE YOU


"Love is the flower of life, and blossoms unexpectedly and without law, and must be plucked where it is found, and enjoyed for the brief hour of its duration."  D. H. Lawrence



Love is Sharing
Believe me when I say that this is one of the most important ingredients of love. It is important to open ones heart and share – pain, joy, success and failure, it really does not matter, as long as the heart is clear. Love is being honest and knowing that the other person feels the same way too, it is sharing and losing ones inhibitions and knowing that the person on the other side will never be judgmental.

Love is Talking
Yes, love is talking. It is about speaking, telling and sharing. After some time people restrict their conversations to discussing bills, children and pets. This is a sure indicator of things going down hill. Bring the spark back by starting a conversation.

Love is Spending Time Together
A few minutes spent together everyday keeps the boredom away. I just made this up right now, but it is because I feel there is nothing like time invested in a relationship…believe me, it pays! Heavy work schedules take up much time and effort, so it is important to get things into perspective.

Love is Faithfulness
To love means to be true, to love unconditionally means to give with all your heart to one, and only one. Love is when you realize that he/she is the best thing that has happened to you and you want to cherish that person and the moments spent with him/her till death do you part.

Love is Being Friends
Love is being friends with each other. Enjoying simple pleasures in life like shopping, catching a movie or watching television at home, apart from a host of other things that "Friends" normally do!

Love is Looking Together in the Same Direction
This may sound clichéd, but it is true…love is having the same goals and taking steps in that direction to make them come true.

(http://www.buzzle.com/articles/definition-of-love-what-is-love.html)


That's what i'm lookin from you. I love you.

October 24, 2009

Remaja - Roda Hidup Terpenting




Saya sadar bukan orang yang Alim. Bukan yang suka bilang "ya" dibandingkan "nggak". Bukan orang yang puas bila hidupnya bebas alkohol. Bukan orang yang akan bangga bila hidupnya lurus-lurus aja. Tau kenapa? Karena saya punya prinsip hidup yang mungkin bagi sebagian orang bilang ini ga bagus, yaitu mengalami masa-masa gelap dan terang. Semua harus kontras. Gelap terang yang saya maksud nggak sama dengan sedih-senang, klo itu sih setiap orang juga pasti ngalamin. Maksud saya itu merasakan masa-masa bandel nya anak muda, pemberontakan remaja, dan mengalami masa dimana bikin orang tua teriak, dan kemudian beranjak dewasa yang nantinya tersenyum puas mengingat seru nya masa itu. Yup. Serunya masa remaja menurut saya itu remaja yang ga perlu terlalu jaga image. Ga perlu jadi anak baik. Ga perlu terlalu dengerin orang tua. Ga perlu takut untuk nyoba apapun. Semua sah-sah aja. Kenapa? Karena disitulah masa dimana kita membuat cerita terpenting dalam roda hidup kita. Anak remaja yang baik-baik aja, ga nyoba ini itu, turut sama orang tua, ga belajar party, dan lainnya akan "telat" remaja nya menurut saya. Mungkin ga semua orang ya, tapi banyak juga dari sepenglihatan saya dimana ia menjadi remaja baik dan berubah menjadi orang dewasa yg mulai memberontak. Yeee pas remaja lo kemane ajee? Kasian kan? Telat pubernya.

Gini, Tuhan itu sudah memiliki plan. Dimana sifat-sifat bawaan life-span kita udah ditentuin. Dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Jadi, remaja dimana kita mencari jati diri, dan disebut sebagai masa pemberontak, ya harus memberontak. Ga harus yang sampai nge-drugs. Tapi haruslah banyak-banyak pergi sama temen-temen dan bandel-bandel kecil. Cobain deh tuh apapun yang pengen dicoba. Ga harus negative ya, tapi positif juga. Misalnya ikut les ini itu. Semua nya pokoknya sibukkan diri dan mengembangkan diri aja. Alasannya, bikin cerita remaja seseru mungkin. Masa muda itu harus error. Biar pas dewasa tinggal dibenerin. Jangan sampe karena remaja lurus-lurus aja, pas dewasa baru penasaran pengen nyobain jadi bandel. Telat! Pas remaja ngedua pacar gapapa, pas dewasa udah ga lucu lagi. Remaja nyobain cimeng gapapa, dewasa baru nyobain, aneh. Remaja mulai les bahasa inggris ga malu, dewasa blm bisa bahasa inggris biasanya malu. Coba deh pikir, setuju ga?

Saya ngga mengatakan bahwa orang yg semasa remajanya ga bandel itu ga seru hidupnya. Yah seru-seru aja lah karena kan serunya hidup bukan dari sudut pandang saya aja. But, honestly saya percaya bahwa ketika dia dewasa, cerita-ceritanya dia dan kenangan dia semasa muda itu ga seseru itu untuk dikenang. Seru juga, tapi lebih seru kalo semasa remaja emang punya cerita kebandelan dan rusuh nya bersama teman-teman. So, jangan jadi menyesal karena dulu ga terlalu bandel, haha. Jangan jadi mulai mikir untuk bandel karena baca posting ini. Saya ga bermaksud untuk mengubah pandangan anda. Tapi ingin anda semua mengerti pandangan saya.

Ini sebagian list yang menurut saya membuat masa remaja jadi sangat berkesan:

1. Jangan pilih sekolah yang terlalu mengekang dan senioritas yang terlalu tinggi.
Alasannya, agar kita ga takut untuk mencoba sesuatu, mampu mengekspresikan diri, dan memiliki banyak teman. Menurut saya, sekolah yang mengekang dan senioritas yang tinggi membuat remaja di train untuk menjadi sebaik mungkin dan menuruti dan tunduk dengan orang yang lebih tua. Itu tidak perlu dilakukan saat remaja.

2. Go Clubbin
Sesekali pulang kerumah sebelum jam 9 memang bagus untuk menjaga hubungan baik dengan orang tua. But, jangan terus-terusan mikirin kesenangan orang tua, pikirin kesenangan diri sendiri. Yaitu go havin fun with bestfriends. Go clubbin, grab a drink, dancing on a dance floor, and jackpot. Ga usah malu karena orang2 udah biasa liat remaja jackpot dan tau mereka belum bisa handle kadar minuman. Kenapa harus kayak gitu? Itu merupakan cerita terseru yang nantinya akan dikenang saat dewasa. Trust me.

3. Liburan bareng temen-temen
Kumpulin duit, minta tambahan orang tua, dan berangkat liburan bersama bestfriends. Ini penting menurut saya. Kapan lagi liburan masih ga mikirin kerjaan, ga mikirin suami/istri dirumah, just havin fun, dan menumbuhkan relasi yang makin erat dengan bestfriends. Liburan dengan teman seumuran pastinya akan seru banget karena semuanya masih dangkal pengalaman. Cobain ini itu, shopping bareng, semua pasti akan jadi hal yang memorable banget.

Apa lagi ya? Udah sekian dulu listnya. Bisa menyimpulkan maksud saya? Remaja dibawa untuk havin fun. Dengan havin fun pasti akan menemukan konflik yang nantinya akan menjadi pelajaran berharga. Bukan pelajaran aja, namun yang terpenting adalah pengalaman. Itu maksud saya.

Orang yang punya cerita semasa remaja yang labil banget akan lebih merasa bahagia dan "lepas". itu menurut saya.  Bagaimana menurut anda?

October 3, 2009

Batik



2 October kemarin itu hari pengakuan Batik Pekalongan oleh Unesco. Akhirrrnnyaa batik diakuin juga ya di Indonesia. Jadi jenis2 batik tertentu ga lagi dikira batik dari asal negeri seberang. Malaysia yang pernah bikin Indonesia sebel karena batik di-claim sebagai batik milik mereka sepertinya mengusut lebih dalam mengenai pengakuan Batik milik Indonesia ini. Tapi kalo diulik kan sebenernya Malaysia juga memiliki batik. Mereka juga takut kalo Batik milik mereka dimiliki Indonesia. Kalau ditelusuri lebih dalam, saya yakin, Malaysia dan Indonesia itu satu rumpun jadi menurut saya emang sejarah kita hampir sama mengenai kekayaan keseniannya. Saya sering banget denger orang Indonesia yang tersinggung dengan Malaysia karena banyak yang dikira merebut kekayaan keseniannya. But sebenernya ga bisa asal nyeplos aja dong ngata-ngatain negara orang seenaknya. Saya awalnya pas denger juga kesel, tapi saya mikir lagi, masa berani sih negara sekurang ajar itu? Karena kita ga tau kan siapa tau di Negara tersebut memang dikenalnya sebagai kesenian dari mereka. Siapa tau dari Indonesia nya yang salah karena ga bisa tegas bilang kesenian2 yang disebutkan itu memang berasal dari Indonesia. Mungkin aja pihak dari mereka bener-bener ga ngerti kenapa Indonesia main sebel aja bilang negara mereka sebagai negara maling, padahal dari kecil mereka diajarkan kalau kesenian2 itu berasal dari negara mereka. Semua yang saya tulis itu memang hanya sebuah kemungkinan. Namun kemungkinan ini bisa saja benar. Bisa juga saya salah besar. Namun kita ga bisa asal nge-judge sampai kita mau mencoba mengerti jalan pikir mereka.

September 23, 2009

Not Just an Ordinary Family




Saya itu entah kenapa selalu semangat kalo disuruh ceritain tentang keluarga. Soalnya menurut saya cukup menarik. Satu sifat keturunan yang diwarisi dari keluarga mama saya adalah sifat beringas. Semua cewe, nenek-nenek, tante-tante, sepupu-sepupu, sampe ponakan-ponakan sifatnya hampir sama semua. Dominan. Saya ga ngomongin yang cowo, karena menurut saya mereka masih ada perbedaannya. Yang lucu itu cewe-cewenya karena secara garis besar sifatnya sama semua! Saya itu, sebut aja orang yang dominan, bawel, suka ngelawan, kerja keras, dan sifat lainnnya yang ga ada sisi lembutnya. Nah sifat itu semua sebagian besar terdapat di-diri masing-masing cewe-cewe keluarga saya, dari pihak mama tentunya.

Masuk pada keluarga inti, ga sabar saya ingin memperkenalkan Mama Yani Yahya. Saya dibesarkan di keluarga yang sama sekali ga feminin. Mama bisa dibilang tomboy. Dia pernah suatu hari di ITC Fatmawati, nyetir berdua temennya. Kesel karena ga dapet tempat parkir, lalu dia liat salah satu mobil yang parkir deket pintu lobby. Tau ada supirnya didalam, kemudian dia minta temennya untuk ke car call dan manggil mobil itu dengan menyebutkan plat nomornya. Ga lama dari itu terlihat sang supir tergopoh-gopoh masuk ke dalam mobil dan langsung menuju lobby cepat-cepat. Sambil tertawa, mama sukses masuk ke tempat parkir bekas mobil tadi. Emang gila idenya kepikir banget cara jitu buat nyari parkir deket Lobby. Boleh dicontoh... Ada lagi satu cerita yang mungkin bikin kalian mikir kita ini keluarga cuek yang bukan model anak yang harus cium tangan sama mama atau mama saya yang haus dielu-elukan dalam keluarga. Semua seperti satu umur dan menyatu. Kembali lagi obyeknya ialah mama, "BRAKKK!" tiba-tiba dia jatoh kesandung kabel kipas angin yang melintang dari kiri dan kanan. Dia jatuh dengan jidat duluan dan posisi akhirnya ialah bersujud. "HUUAAAAAHAHAHAHAHAHH!!!!" Saya dan abang sebagai anak-anak nya yang liat langsung kejadian itu ketawa sepuas-puasnya. Ga ada yang kepikiran untuk nolongin, toh dia akhirnya bisa berdiri lagi. Tapi yang paling lucu itu liat dia megangin jidatnya yang benjol. Ouch. Sakit kayaknya ya ma? Bukannya marah liat reaksi kita, dia malah ikut ketawa dan akhirnya jadi joke harian saat itu. Coba deh.. Jarang bener kan orang tua jatoh anaknya malah ngetawain bukannya nolongin dan ga dimarahin lagi..

Membahas keluarga inti ga bisa lepas dari duo abang saya. Ambi dan Gambit Fauri. Duo penghibur ini emang unik. Ambi, sang tukang makan ini memasuki kepala tiga perutnya udah nyaingin orang busung lapar. Majuu banget. Masih panjang sih waktunya untuk ratain perut lagi tapi saya ga yakin bisa, mengingat  cara dia makan yang ga kenal kenyang. Dia dulu termasuk pinter tapi paling jail diantara sepupunya. Tanya, sepupu saya pernah patah kakinya karena didorong dia. Orang Jepang ketawa cekikikan di restoran karena dikelitikin pake sumpit dari belakang.  Kalo sekarang, sama aja ga bisa diemnya. Jalaaaaan terus kalo lagi diem paling kakinya goyang-goyang. Ribet liatnya. Ni orang emang Hyperactive disorder deh. Kalo Gambit, ini dia biang bandel di era-90an. Cuma dia yang bisa bikin mama nangis-nangis karena kabur dari rumah seminggu. Bawa ular 5 meter kerumah dan bikin satu rumah shock. Kerjain mbak dirumah untuk ngupas kuaci yang mau dia makan. Kejadian unik dan ga abis pikir "kok bisaaa ya" selalu terjadi sama dia. Hahaha

Aduh udah ga tau mau nulis apa lagi. Hahaha tanda bukan penulis yang baik. Tapi beneran terlalu panjang untuk dijabarin. Dari sini dapat dilihat kan saya dibesarkan dari keluarga yang bebas. Ga pernah tuh saya disuruh pulang sebelum jam 12. Ga pernah saya berantem sama abang-abang saya. Ga pernah saya sampe benci sama mama saya. Ga pernah saya ngerasa dikucilin. Ga pernah saya merasa ga mau pulang. Ga pernah saya pengen dilahirkan dari keluarga lain. Semua udah pas. Ga perlu ada penambahan lagi.