Introduction:
1. RETWEET digunakan untuk forward tweet teman kita.
2. Bila ingin menjawab tweet teman, gunakan REPLY.
Terimakasih
Twitter adalah social networking.
1. RETWEET digunakan untuk forward tweet teman kita.
2. Bila ingin menjawab tweet teman, gunakan REPLY.
Terimakasih
****
Twitter adalah social networking.
Social networking yang sangat berhasil dalam membuat penggunanya menempatkan Twitter sebagai penyampai pesan dari otak. Sekarang pesan dari otak nggak usah ke mulut, tapi ke tangan untuk mencet keyboard. Apa saja yang sedang melintas di otak langsung di tweet.
"Hungry as a mofo"
"Gemeeesssss....."
"Giliran kosong malah gak betah nyari2 kerjaan.."
"Aneh!!"
"Biasa aja kali mbak tampangnya buset"
(isi tweet teman-teman saya, 24 Februari 2011)
Pasti pengguna twitter sering baca timeline seperti ini, termasuk anda juga mungkin. Twitter awalnya saya melihat sebagai media untuk bertukar informasi. Tapi sekarang bergeser menjadi penyampai pesan dari otak. Tahun lalu saya masih menggunakan twitter sebagai media curhat. Jalan sama siapa, dimana, pasti saya tweet. Tidak jarang juga emo tweet yang berupa luapan emosi dari hati yang males dikeluarkan. Sekarang, saya berusaha untuk tidak menggunakan twitter untuk luapan amarah. Karena itu twitter saya tidak log in terus, biar sekali marah nggak langsung nge tweet. Susah banget ngontrol nya, karena twitter itu addicted. Pasti semua pengguna twitter setuju.
Alasan untuk mengontrol, karena saya merasa dengan adanya twitter orang-orang jadi kurang terbuka. Twitter digunakan untuk pelampiasan perasaan. Lagi kesal dengan seseorang namun nggak enak untuk diungkapkan, jatuhnya ngomel di twitter. Naksir sama seseorang, mengungkapkan secara implisit di twitter. Twitter digunakan sebagai wakil dari mulutnya untuk berbicara. Twitter melahirkan orang menjadi introvert. Saya sering menemukan teman saya yang tidak menjawab telpon tapi update terus di twitter (mungkin saya segitu annoying nya ya?). Selain itu, twitter sebagai pencetus munculnya suatu masalah. Pernah karena twitter teman saya jadi marah besar. Saya meledek-ledek umurnya yang masih kecil, kemudian dia marah. Marah banget. Jangan tertawa. Sampai sekarang saya juga masih bingung kenapa dia segitu nya ingin terlihat tua. Akibat kita seenaknya nge tweet, orang jadi tersinggung.
Hampir semua pengguna twitter di Indonesia menggunakan Blackberry. Dulu, kita ngobrol lewat Blackberry Messager (BBM). Sekarang? Kadang kita tanya di Twitter @xwys lagi dimana? Ikut yuk kita lagi di Pothead. Padahal bisa BBM an kan? Tanpa sadar kita mencari eksistensi. Apalagi @xwys itu cukup dikenal banyak orang. Ngapain BBM kalau di twitter semua orang bisa baca? Ini pemikiran eksplisitnya tapi banyak yang tanpa sadar orang melakukan itu. Eksistensi merupakan tujuan utama dari twitter, tanpa disadari. Saya pun bingung melihat percakapan dua orang di twitter yang jelas-jelas mereka itu pengguna Blackberry. Twitter kok buat ngobrol, mungkin akan stop ngobrol begitu tahu berapa jumlah followers dia yang mute account nya.
Hampir semua pengguna twitter di Indonesia menggunakan Blackberry. Dulu, kita ngobrol lewat Blackberry Messager (BBM). Sekarang? Kadang kita tanya di Twitter @xwys lagi dimana? Ikut yuk kita lagi di Pothead. Padahal bisa BBM an kan? Tanpa sadar kita mencari eksistensi. Apalagi @xwys itu cukup dikenal banyak orang. Ngapain BBM kalau di twitter semua orang bisa baca? Ini pemikiran eksplisitnya tapi banyak yang tanpa sadar orang melakukan itu. Eksistensi merupakan tujuan utama dari twitter, tanpa disadari. Saya pun bingung melihat percakapan dua orang di twitter yang jelas-jelas mereka itu pengguna Blackberry. Twitter kok buat ngobrol, mungkin akan stop ngobrol begitu tahu berapa jumlah followers dia yang mute account nya.
Dibalik kekurangan munculnya twitter ini tetap tidak mengubah saya untuk berhenti menggunakannya. Saya membutuhkan twitter untuk tahu informasi baru. Saya butuh twitter untuk mengetahui kegiatan orang-orang (baca: kepo). Saya butuh twitter untuk menemani saya kala bosan. Dan dibalik ke sok tauan saya, saya tetap mau memberikan masukan. Jangan tweet kalau lagi mabok, orang yang sesama mabok pun liatnya norak. Jangan tweet ngomel-ngomel mulu, kayak nggak punya temen untuk curhat. Satu lagi, stop deh nyindir orang sesama pengguna twitter. Saya dulu sering kayak gitu, sekarang baca nya lagi saya pun merasa kampungan.
Bukan tandanya dengan nulis ini saya tidak melakukan hal-hal diatas. Tulisan ini merupakan refleksi diri saya sendiri sebagai pengguna twitter. Tulisan ini bukan hanya untuk membahas penggunaan twitter akhir-akhir ini saja, dan bukan hanya untuk orang lain namun sebagai alarm bagi diri saya untuk tidak menjadi salah satu orang yang menggunakan istilah "dari otak turun ke twitter". Mudah-mudahan anda juga ya.
Bukan tandanya dengan nulis ini saya tidak melakukan hal-hal diatas. Tulisan ini merupakan refleksi diri saya sendiri sebagai pengguna twitter. Tulisan ini bukan hanya untuk membahas penggunaan twitter akhir-akhir ini saja, dan bukan hanya untuk orang lain namun sebagai alarm bagi diri saya untuk tidak menjadi salah satu orang yang menggunakan istilah "dari otak turun ke twitter". Mudah-mudahan anda juga ya.


0 comments:
Post a Comment