Meet The Writer

My Photo
Tulisan spontan yang bukan didapat dari buku pintar, bukan kutipan dari seseorang, namun pemikiran langsung dari ke sok-tahuan saya. Tidak bermaksud membesar-besarkan atau menginjak-injak pihak lain, namun niat mengomentari hal yang menurut saya memang pantas untuk dikomentari, mungkin kamu salah satunya. Cheers!

May 19, 2011

Untung Punya Blog

 Bosen. Ngga kerja itu membosankan. Tapi saya samasekali tidak menyesal keluar dari perusahaan itu. Sama sekali tidak. I am a risk taker. Belom ada kerjaan tapi udah berani main keluar aja. Di perusahaan saya kerja kemarin, saya mulai merasakan hawa tidak sehat yang saya keluarkan di tempat kerja. I love the job. Saya enjoy sekali dengan teman kerja saya. Saya nyaman kerja disana karena dikelilingi oleh orang-orang yang membuat saya memiliki keluarga kedua. Hanya satu yang saya tidak sukai namun ternyata berpengaruh besar terhadap performa kerja, yaitu sistem managemen perusahaan. Saya tidak akan menjelaskan secara detail namun saya sebagai lulusan Psikologi Industri & Organisasi mempelajari betul adanya hubungan erat antara kesejahteraan dan performa kerja. Dulu hanya didapatkan secara teori dan kini saya rasakan sendiri. Ternyata, performa kerja yang sangat menurun seiring dengan penurunan pendapatan itu memenangkan segalanya. Lingkungan kerja yang sangat nyaman, pekerjaan yang sangat menarik tenggelam turun kebawah tanpa basa basi. Jadinya apa? Males kerja dan liat kantor langsung enek. Maka itu, saya merasa tidak akan berkembang di perusahaan tersebut dan memilih cabut secepatnya dan mencari pekerjaan baru.

I am a risk taker. Nggak semua orang berani (atau bodoh) seperti saya yang belum ada back up plan kerja udah langsung resign. Sebenernya karena dari kemarin saya dipanggil terus untuk wawancara jadi saya makin lama makin nggak enak sama atasan untuk izin lagi lagi dan lagi. So, here I am. Tanpa pekerjaan. Menunggu kabar dari perusahaan a b c dan d yang sudah saya lalui tahapan wawancaranya dan masih terus mencari pekerjaan baru. Jadilah sekarang saya ikut bantu-bantu temen urusin event dan nimbrung meeting orang. Saya sekarang itu masih di tahap pencarian tentang apa yang sebenarnya saya sukai. Apa yang saya minati. Apa yang saya inginkan. Masalahnya disini, obsesi menjadi HRD baru saya sadari ternyata hanyalah perasaan tanggung jawab saya setelah lulus sebagai Psikologi Industri & Organisasi. Dilihat dan ditelaah, saya sebenarnya lebih ke Marketing namun "mungkin" stuck dengan kata-kata HRD itu sendiri. Tapi yah, u will never know if u never try kan?

Ini teman saya lagi pada meeting dan saya malah ngedumel. Untung punya blog.

0 comments:

Post a Comment