Meet The Writer

My Photo
Tulisan spontan yang bukan didapat dari buku pintar, bukan kutipan dari seseorang, namun pemikiran langsung dari ke sok-tahuan saya. Tidak bermaksud membesar-besarkan atau menginjak-injak pihak lain, namun niat mengomentari hal yang menurut saya memang pantas untuk dikomentari, mungkin kamu salah satunya. Cheers!

May 17, 2011

Zodiak Itu Kepercayaan yang tidak bisa diukur kebenarannya


Siapa yang tidak percaya zodiak? Saya salah-satu nya. Saya tidak percaya orang-orang yang kebetulan lahir di bulan yang sama bisa memiliki sifat dasar yang sama. Namun saya percaya zodiak dari jaman dulu sampai jaman modern merupakan suatu kepercayaan yang cukup mempengaruhi tingkah laku seseorang. Namun tingkah laku seseorang ini bukan merupakan tingkah laku bawaan seperti yang dipercayakan oleh orang-orang yang saya kenal, namun merupakan tingkah laku yang didasari dari lingkungan. Dari kecil si anak yang lahir di bulan November udah di brainstorming mengenai sifat-sifat bawaan orang dengan bintang Scorpio. Maka terbentuklah ia menjadi seseorang dengan sifat yang sering diajukan padanya. Masuk remaja mulai suka baca sifat bawaan dari tiap zodiak dan membenarkan sifat yang ada didirinya persis seperti yang dijelaskan di majalah. Pengaruh tingkah laku dalam memilih pasangan pun ikutan berperan. Ini yang annoying. Bukannya apa-apa, bintang saya Aries. Coba baca di majalah dan website mengenai sifat Aries. Kebanyakan jeleknya. Egois, galak, emosian, dll. Nanti dulu, sebelum anda membenarkan sifat saya seperti itu, temui dulu keluarga saya, The Fauris. Ini kita abang-ade sampe nyokap emang ga ada yang punya sifat kalem. Beringas semua. Lingkungan keluarga yang membentuk saya seperti ini, bukan Zodiak.  

Kalau diulik dari sejarahnya, zodiak merupakan kepercayaan dari suku Assyria dari Near East. Sama seperti tanggalan akurat yang sekarang kita pakai, nama-nama zodiak juga berasal dari agama mereka yang kemudian dikembangkan oleh orang Yunani. Orang Yunani percaya bahwa nasib seseorang ditentukan dari tanggalan kelahirannya dan dewa atau pahlawan yang melindunginya (simbol zodiak). Akibat penemuan mengenai Zodiak ini cukup menarik, astrologi modern tetap mencoba mengembangkan dan mempertahankannya. Hingga kini, dengan mudahnya dipercayakan sebagai tolak ukur sifat dasar kita.

Atas kesok-tahuan saya, saya masih ingin menjelaskan bahwa sifat bawaan itu tidak ada hubungannya dengan Zodiak. Namun sifat yang dibentuk akibat dari lingkungan dengan mempelajari secara detail mengenai sifat masing-masing zodiak ini yang berperan penting. Bagaimana seseorang bisa sampai merasa memiliki kembaran dengan sifat yang sama karena memiliki tanggal kelahiran di bulan yang sama? Karena sama-sama belajar mengenai sifat dari zodiak yang sama. Bukan tandanya nggak percaya zodiak saya nggak pernah baca artikel mengenai zodiak. Dalam memilih pasangan, saya cukup sering mempelajari zodiaknya karena positif pola berpikirnya terpengaruh dari zodiak yang ia telah pelajari. Jadi, kamu zodiak nya apa tadi?

0 comments:

Post a Comment