Meet The Writer

My Photo
Tulisan spontan yang bukan didapat dari buku pintar, bukan kutipan dari seseorang, namun pemikiran langsung dari ke sok-tahuan saya. Tidak bermaksud membesar-besarkan atau menginjak-injak pihak lain, namun niat mengomentari hal yang menurut saya memang pantas untuk dikomentari, mungkin kamu salah satunya. Cheers!

October 6, 2011

Selalu ada Nyamuk di Balik Selimut. --> Ngga tau hubungannya apa.


Kerjaan saya itu menyenangkan. EVENT ORGANIZER di Kompas Gramedia Group of Magazine. Promosi dikit jadi Kompas Gramedia Group of Magazine inu punya EO mandiri namanya "ACT". Sama aja kayak EO lainnya yang mengerjakan berbagai event dari klien, tapi ini dibawah naungan Kompas Gramedia. Emang orang bilang percuma 4 tahun belajar Psikologi kalo taunya kerjaannya belok ke medan perang kayak gini. Tapi gimana ya, mungkin saya yang salah jurusan mustinya Marketing/Komunikasi tapi ya sudahlah yang penting sekarang saya mampu aja kerja begini tanpa harus lulus dari jurusan yang nyambung.Saya suka pekerjaan kelompok yang dimana tidak ada job desc yang tidak berkaitan dengan yang lainnya dan memiliki target bersama bukan individual. Untuk membuat suatu Event, setelah mendapat ide besar dari Klien, saya harus bercuap-cuap dengan tim kreatif yang akan membreak down ide besar ini menjadi satu konsep detail se detail-detailnya. Kemudian dari konsep detail ini saya serahkan ke tim produksi yang akan menghitung budget yang diperlukan untuk acara ini. Barulah setelah itu saya menyatukan dalam bentuk proposal dan persiapan mental untuk mempresentasikannya kepada Klien. Masuk pada masa persiapan, saya pun mulai nempel dengan tim design yang akan membuat semua design dimulai dari Poster, Spanduk, Baliho, Signage, dan printilan lainnya termasuk Layout Venue dalam bentuk 3D. Disinalah saya yang akan menjadi perantara layaknya tukang pos antara tim saya dengan Klien. Contohnya, Klien hubungi saya untuk minta tambahan produksi, saya yang membreak down keperluannya dan memberikan kepada tim produksi. Dari situ saya juga yang akan kasih budget tambahan yang didapat dari tim produksi ke Klien sampai dia ngangguk setuju. Begitu juga dengan design. Klien minta revisi dan saya yang membrief tim design revisi seperti apa yang diinginkan, kemudian kirim hasil revisi nya ke Klien sampai approval. Setelah approval hasil design saya berikan ke tim produksi untuk mulai di buat. Begitu terus sampai event dimulai. Kalau saat event, saya berubah menjadi Client Service yang dimana menjadi tumbal yang ditempel Klien dari persiapan sampai selesai acara. Complain Klien akan langsung ditujukan ke saya dan saya yang akan meneruskan ke Tim. Intinya sih tetap menjadi tukang pos. Garis besar pekerjaan saya itu lebih cocok disebut Communication Manager dibandingkan title yang tertulis di kartu nama saya, Account Executive. Jangan salah mengartikan Manager disini. Manager itu bukan maksudnya atasan dari semuanya. Boro boro atasan. Tapi yang me managing segala komunikasi internal dan ekternal (klien), jeleknya ya mirip sama tukang pos. Bolak balik kayak setrikaan. Tapi ya kerjaan begini yang saya suka. Ribet. Saya suka kerjaan yang ribet.

TAPI. 
Tetap manusia ngga pernah puas ya. Kerja sebagai tukang pos ini menyita waktu saya. Intinya, kerjaan begini susah untuk senang-senang sama temen-temen karena pulang kerja kalau ga sudah larut malam, ya badan keropos karena kecapean. Inti permasalahan dari semua obrolan ini sebenarnya adalah: KAPAN GUE DAPET PASANGAN HIDUP KALAU BEGINI TERUS? sigh.........................................................

0 comments:

Post a Comment